Pemkot Makassar
Pemprov Sulsel

Makassar | Ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo, mengapresiasi warga kompleks Bumi Permata Hijau (BPH), Jl Sultan Alauddin, Kota Makassar, yang kompak menyerahkan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) perumahan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Rabu (28/9/2022).

“Kejadian yang baru pertama kalinya, kekompakan dan persatuan warganya membantu pemerintah dalam menyelamatkan aset yang memang menjadi hak pemerintah,” kata Rudianto Lallo.

Politisi Partai Nasdem ini, menegaskan, Pemkot Makassar dalam hal ini Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman yang aktif melakukan verifikasi prasarana, sarana dan utilitas umum yang sudah dituangkan dalam site plan pengembang sebelum membangun.

“Tidak boleh Pemkot Makassar diatur swasta. Jangan dibiarkan pengembang seenaknya memindahkan PSU-nya. Apa yang ada dalam gambar itu yang harus diserahkan, jangan lagi ada peruntukan PSU diperjualbelikan kembali pengusaha dengan alasan memindahkan ke tempat lain,” tegasnya.

Pemilik tagline ‘Anak Rakyat’ ini, menambahkan, fungsi kontrol pemerintah harus berjalan. Jangan hanya mengeluarkan izin-izin, namun setelah itu pengembangnya tidak ingin diatur. Pemerintah semestinya mengatur segalanya.

“Jika ada yang tidak menyerahkan, maka dapat dilakukan cara lain, salah satu yang efektif, seperti sekarang ini, masyarakat bersatu, berjuang agar PSU menjadi milik pemerintah, dengan demikian, maka ini dapat dipelihara dengan baik,” ujarnya.

Legislator dua periode Makassar ini, juga menyampaikan saat ini DPRD Makassar melalui pansus sedang menggagas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyerahan Sarana dan Utilitas. Perda ini di.kemudian hari akan mengatur segala regulasi penyerahan dari pemgembang lebih detail lagi.

“Kenapa PSU itu harus dimiliki, sebab kadang pengembang jika selesai tidak lagi

“bertanggung jawab memelihara, sehingga penyakit di Makassar, yakni genangan dan banjir kerap kembali, karena drainasenya tidak diurus, sementara jika itu menjadi aset, maka ada anggaran dari pemerintah bisa dipergunakan,” paparnya.

Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Makassar, Nirwan Niswan Mungkasa, turut mengapresiasi kekompakan warga BPH yang melakukan inisiasif menyerahkan PSU perumahan ke Pemkot Makassar.

Selama ini, kata Nirwan, yang pengembang menyerahkan setelah pembangunan tuntas.

“Pertama kalinya ada penyerahan PSU perumahan dari warga, biasanya dari pemgembang. Ini harus diapresiasi, dan semoga secepatnya PSU yang diserahkan ini dapat dibenahi,” katanya.

Nirwan menjelaskan, ada beberapa tujuan pemyerahan ke pemerintah, diantaranya untuk menjamin keberlangsungan PSU, melindungi aset Pemkot Makassar yang menjadi hak, dan dapat memanfaatkan PSU untuk kepentingan masyarakat yang lebih baik lagi.

“PSU yang dapat dipelihara pemerintah yang sudah diambil alih kepemilikannya dari pengembang, jadi untuk di BPH ini, sudah bisa diusulkan pengembangan infrastruktur PSU-nya,” katanya.

Ketua RW 3, Erwin Natsir, mengatakan, warga menunggu kurang lebih 23 tahun lamanya untuk dilaksanakan penyerahan PSU ke Pemkot Makassar. Sudah berbagai generasi RW dan RT bersama warga untuk mengalihkan kepemilikan dari PT Ganesa Langa Jaya yang sudah tidak aktif ke pemerintah, namun baru hari ini dapat terlaksanakan.

“Sebuah kesyukuran, penyerahan PSU ini, terlaksana juga, semua ini berkat bantuan dari Ketua DPRD Kota, Bapak Rudianto Lallo, pemerintah kota dan tokoh masyarakat yang aktif selalu mencari solusi, semoga dengan diambilnya pemerintah, infrastruktur di BPH dapat perlahan diperbaiki,” harapnya. ()

Promo Pegadaian Dinas PU Makassar sedot tinja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here