Mamuju Utara – Maraknya berita bohong yang meresahkan masyarakat, membuat perintah berinisiatif untuk mengadakan penyuluhan terkait literasi digital untuk memberikan pemahaman, etika, dan penggunaan sosial media dan internet dengan baik dan benar. Melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, mengadakan Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital”. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi.

Pada hari ini (30/7) dilaksanakan webinar yang membahas “Bersama Lawan Kabar Bohong” yang dilaksanakan secara virtual di Mamuju Utara, Sulawesi Barat. Acara kali ini menghadirkan 741 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari penyiar radio Syafri, Arifuddin Masser; pemengaruh (influencer), Alink Ayu Pratiwi; peneliti Resensi Institute, Ahmad Fadli; dan dosen sekaligus peneliti, Hartono Tasir Irwanto. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Septi Wulandari selaku jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Syafri yang membawakan materi kecakapan digital dengan tema “Informasi, Identitas, dan Jejak Digital”. Menurut dia, untuk menjaga serta melindungi informasi, identitas, dan jejak digital, kita harus pastikan memberi data kepada pihak yang tepat. “Memeriksa izin akses, syarat dan ketentuan aplikasi, serta mengunci akun media sosial kita juga penting untuk dilakukan,” sarannya.

Berikutnya, Alink Ayu menyampaikan materi etika digital berjudul “Generasi Penolak Hoaks”. Ia mengatakan, agar terhindar dari berbagai dampak buruk hoaks, biasakan untuk membaca secara menyeluruh, tanyakan kepada ahlinya, cek fakta, dan validasi informasi yang kita terima.

Sebagai pemateri ketiga, Ahmad Fadli membawakan tema budaya digital tentang “Mengenal Lebih Jauh Cara Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital”. Menurut dia, dalam berpendapat di dunia digital, kita semestinya menggunakan bahasa yang jelas dan mudah dimengerti, menghindari debat kusir, serta didasari oleh niat luhur. Ini akan menghindarkan kegaduhan sosial, penyesatan, dan pengkotak-kotakan dalam masyarakat serta ancaman sanksi hukum.

Adapun Hartono, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital tentang “Tips Pentingnya Internet Sehat”. Ia mengatakan, tujuan sosialisasi internet sehat adalah memaksimalkan konten positif seraya mengurangi konten-konten hoaks, ujaran kebencian, perundungan, judi, dan pamer kemewahan, agar tercipta masyarakat digital yang cerdas dan produktif.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah satu pertanyaan menarik yang dikemukakan peserta adalah tentang bagaimana menanggapi perundungan siber. Narasumber menegaskan agar jangan sampai media sosial mengendalikan kita, namun kitalah pengendali media sosial. Manfaatkan fitur pengaturan filter dan keamanan di media sosial serta UU yang ada untuk melawan konten negatif termasuk perundungan siber.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Gadai peduli Polrestabes makassar Kecamatan Makassar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here