Tana Toraja – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 28 Juli 2021 di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Sebanyak 1.126 peserta antusias mengikuti acara ini. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Pada kali ini tema yang dibahas adalah “Menjaga Kualitas Belajar dari Rumah”.
Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Suleman Bouti selaku dosen Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo, Hafiid Ramdhani Pratama selaku pembuat konten, Yenti Dwi Rositasari selaku guru Sosiologi, dan M. Nur selaku pegiat literasi digital. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah M. Ansari. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.
Pemateri pertama adalah Suleman Bouti yang membawakan tema “Sukses Belajar Daring dengan Kemampuan Literasi Digital”. Menurut dia, belajar di dunia daring membutuhkan kondisi-kondisi yang standar, seperti kuota internet, pemahaman teknologi, kesiapan semua yang terlibat dan dilibatkan, serta model pembelajaran yang berbasis daring.
Berikutnya, Hafiid Ramdhani Pratama menyampaikan materi berjudul “Upaya Mencegah, Mendeteksi, dan Menyikapi Perundungan Siber”. Hafiid mengatakan bahwa perundungan siber makin marak karena dilakukan oleh orang yang merasa memiliki kekuatan, misalnya senioritas. “Jadi bukan hanya dari kedudukan maupun kepintaran saja,” imbuhnya.
Sebagai pemateri ketiga, Yenti Dwi Rositasari membawakan tema tentang “Literasi Digital Bagi Tenaga Pendidik dan Peserta Didik di Era Digital”. Pada awal sesi, Yenti menjelaskan mengenai teknologi digital beserta manfaatnya bagi tenaga pendidik maupun peserta didik dalam literasi digital. Ia juga menguraikan faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam berinteraksi di media sosial. Sebagai penutup, Yenti membagikan beberapa tips agar pembelajaran daring menjadi lebih menarik dan tidak membosankan bagi peserta didik.
Adapun M. Nur, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Keamanan Digital”. Nur menuturkan beberapa kejahatan yang dapat mengancam anak di dunia maya, seperti tereksposnya kekerasan, body shaming, peretasan data, dan sebagainya. Untuk menghindarinya, Nur membagikan tips agar anak-anak dapat bermedia sosial dengan aman.
Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah satu peserta, Joko Sutanto, bertanya pada narasumber tentang sejauh mana efektivitas pembelajaran daring untuk para siswa di daerah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal). Menurut Suleman, efektivitas pembelajaran daring di kawasan tersebut saat ini masih berada di skala 5 dari 10.
Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Polrestabes makassar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here