Luwu – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 28 Juli 2021 di Luwu, Sulawesi Selatan. Sebanyak 635 peserta antusias mengikuti kegiatan ini. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Bangkit dari Pandemi dengan Literasi Digital”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Frangky Tumiwan selaku Insinyur Senior Perangkat Lunak PT. Tenaga Kanggo Indonesia, Irma Suryani selaku narablog dan perajin, Rosnaini Daga selaku Direktur Pascasarjana Institut Bisnis dan Keuangan Nitro Makassar, serta Rachmat Almu Arrif selaku pendiri Browcyl Brownies Pisang. Adapun yang bertindak sebagai moderator yaitu Mismaya Alhaerat. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Frangky Tumiwan yang membawakan tema “Tren Pekerjaan dan Usaha di Dunia Digital”. Menurut Frangky, digitalisasi dan internet mendisrupsi banyak hal sekaligus menciptakan berbagai peluang baru. “Ada tiga kemampuan mendasar yang harus dikolaborasikan di era industri digital, yaitu keterampilan teknologi, keterampilan individu, dan keterampilan spesialis,” terangnya.

Selanjutnya, Rachmat Almu Arrif mengisi materi dengan tema “E-Market untuk Pelaku UMKM”. Rachmat memaparkan tiga hal yang dapat meningkatkan keuntungan dalam melakukan bisnis UMKM, yaitu konsultasi ke UMKM berpengalaman, berkolaborasi dengan UMKM lain, dan menghasilkan produk yang berkualitas untuk konsumen.

Sebagai pemateri ketiga, Irma Suryani membawakan tema “Peran Literasi Digital Mengubah Mindset Konsumtif menjadi Lebih Produktif”. Pada sesinya, Irma menjelaskan bahwa terdapat perubahan perilaku dalam berbelanja karena masyarakat semakin mudah mengakses situs toko secara daring. “Jika tidak dikendalikan, hal ini bisa memicu perilaku konsumtif,” ujarnya.

Adapun Rosnaini Daga, selaku pemateri terakhir, membawakan tema “Pilihan Investasi yang Aman dan Menguntungkan selama Masa Pandemi”. Menurut Rosnaini, penting untuk melakukan investasi saat pandemi karena harga instrumen saat ini menjadi lebih murah jika dibandingkan waktu normal. “Jika suatu saat dijual lagi, harganya jadi lebih tinggi,” kata dia.

Usai pemaparan materi oleh semua narasumber, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Raymond, salah satu peserta, bertanya tentang adakah pelatihan khusus bagi UMKM agar tidak terkena UU hak cipta. Menurut Rachmat, sebelum bisnis berkembang besar, akan lebih baik jika mengurus persoalan legal terlebih dahulu agar tidak timbul masalah di kemudian hari.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Polrestabes makassar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here