Bulukumba | Perempuan paruh baya itu hanya bisa terbaring di rumahnya yang reyot. Sebuah gubuk kecil yang terbuat dari susunan papan dan bambu yang ditinggalinya merupakan bekas kandang kambing. Tepatnya di Batuppi, Kelurahan Bintarore, kecamatan Ujungbulu, kabupaten Bulukumba.

Ia sering disapa Nenek Raba’ia. Ia menderita penyakit tumor pada bagian kepalanya. Tubuhnya yang kurus itu hanya bisa terbaring di atas alas tikar. Rumahnya kosong, tak ada barang yang dimilikinya. Bahkan tempat yang ditinggalinya itu milik tetangga.

Dalam kehidupan sehari-harinya, terkadang nenek Raba’ia dibantu tetangga. Karena dirinya hidup sebatang kara.

Kondisi nenek Raba’ia pun sampai di telinga Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Ia pun mengarahkan timnya di Bulukumba, Rahmat untuk turun melihat langsung kondisi nenek Raba’ia sekaligus menyalurkan bantuan.

“Tadi kami mengunjungi tempat tinggal Nenek Raba’ia. Kondisinya sudah sakit bertahun-tahun. Informasi dari tetangga, keluarga Nenek Raba’ia masih ada cuman tinggal jauh,” kata Rahmat

Nenek Raba’ia yang hanya mengenakan sarung tengah berbaring itu hanya menunjukkan raut wajahnya yang senang mendapat bantuan dari Wagub Sulsel. Ia tidak bisa berbicara, hanya merespon dengan anggukan kepala.

Bantuan pun diberikan kepada Nenek Raba’ia berupa selimut, sarung, sembako hingga uang tunai.

Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman berharap, Pemerintah Desa dan Kabupaten setempat agar memperhatikan kondisi Nenek Raba’ia. Terutama bantuan dari Dinas Sosial, sangat dibutuhkannya.

“Tim khusus datang untuk memberi bantuan sekaligus melihat kondisinya. Tim akan mengfollow up untuk perhatian lebih lanjut,” ujarnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here