Bandung | Pandemi COVID-19 yang berlangsung sejak sekitar Maret lalu, telah memaksa hampir seluruh aktifitas terhenti. Demikian halnya aktifitas pada sektor pariwisata.

Karenanya Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (DisBudPar) Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel) berupaya untuk tetap bisa menyokong eksistensi kepariwisataan, khususnya di 24 Kabupaten/Kota di SulSel.

Kuisioner dibagikan kepada responden di sejumlah titik di Kota Bandung pada Jum’at pagi (02/10/20). Kali ini digelar di Alun-alun Kota Bandung di Jalan Asia Afrika, Balonggede, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jawa Barat.

Syamsuniar Malik selaku Kepala Bidang Pengembangan dan Pemasaran menjelaskan bahwa kuisioner itu menyasar para calon wisatawan, utamanya yang bermukim di Bandung. Bahkan calon wisatawan dari luar Bandung yang di saat itu mengunjungi Bandung.

“Calon Wisatawan yang akan berkunjung ke Sulawesi Selatan harus kita jemput. Langkah awalnya, ya kita membagi kuisioner, ini salah satu cara untuk mengumpulkan informasi terkait calon wisatawan ke daerah kita”, ungkapnya.

Sementara itu, Denny Irawan Saardi selaku Kepala DisBudPar SulSel memprediksi akan terjadi lonjakan kunjungan dalam beberapa bulan ke depan. Saat ini kata dia, sebagian besar orang sudah mulai jenuh di rumah dan ingin segera berwisata, namun belum dibuka secara menyeluruh ruang untuk berkumpulnya massa.

Terlebih di destinasi wisata ataupun Daya Tarik Wisata (DTW) yang secara mendasar sebagai lokasi untuk menikmati liburan, pada sebagian titik belum beroperasi secara normal. DTW yang diizinkan, tentu yang memenuhi syarat pemberlakuan dan penerapan protokol kesehatan yang kemudian dilakukan pengawasan berkala.

“Harapan kita tentu ada peningkatan kunjungan di masa mendatang. Sembari menanti itu, kita intens melakukan pendataan, survey dan pengumpulan informasi”, kata Denny.

Melalui Survey Pengembangan Pariwisata SulSel Tahun 2020, pihaknya merangkumnya dari ribuan responden yang ditargetkan. Untuk selanjutnya bisa dijadikan dasar melakukan promosi serta pelaksanaan event kepariwiaataan.

“Misalnya nanti kita laksanakan Direct Promotion. Dan juga kita masifkan promosi, di samping kita benahi DTW yang ada dari masukan para responden”, ujarnya.

Puluhan pertanyaaan pada lembar kuisioner memuat beberapa point penting. Mulai dari segmentasi jenjang pendidikan, usia, pekerjaan hingga sejauh mana pengembangan kepariwisataan SulSel jima ditinjau dari kacamata responden itu sendiri. (AMBAE)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here