Kendari | JurnalCelebes.co — PT Citra Mandiri Tripilar (CMT) melayangkan somasi ke PT Intertek Utama Servis Kendari , salah satu perusahaan surveyor yang bergerak dibidang pertambangan. Pasalnya, perusahaan tersebut diduga mengurangi kadar ore nikel yang dipasok ke pabrik.

Dalam surat yang dilayangkan PT CMT ke PT Intertek tanggal 09 Agustus 2019, yang tertanda Divisi Legal, PT CMT Dr Muh. Fitriadi, SH, MH menjelaskan turunnya kadar ore dan meminta klarifikasi dari PT Intertek.

Berdasarkan hasil analisa yang dikeluarkan PT Intertek Utama servis, PT CMT menjelaskan, Dari sampel Nikel kapal tongkang TB trans Pasific 205/BG, terang 309. Hasil analisa kadar ni loading 1,72 sedangkan back up kadar ni 1,78 dan hasil Re- Test1,73. Dari sampel nikel kapal tongkang TB. Trans Pasific 205 BG lanjutnya, terang 303 hasil analisa saat loading 1,79 sedangkan back up kadar Ni 1,724 dan hasil Re-Test 1.847. Dari analisa dua dua kapal tongkang itu terdapat perbedaan hasil analisa kadar Ni. Dari kesimpulan itu, PT CMT, meminta PT Intertec Utama servis Kendari menjelaskan perbedaan kadar nikel saat loading dan Re-Tes di duka kapal tongkang itu. PT CMT juga meminta dijelaskan kronologis prosedur proses penyelesaian hasil analisa kadar nikel di dua kapal tongkang itu. CMT juga meminta profesionalitas dan independensi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab.

Sementara itu, drektur PT CMT, Herry dihadapan jurnalis, Selasa,(20/8) mengaku sangat kecewa dengan PT Intertec. Hery bahkan mengaku sampai ke Jakarta untuk mempertanyakan masalah tersebut. Karena merasa rugi, sebagai Direktur , Herry akan melaporkannya ke Polda Sultra.

” Terus terang kami kecewa. Laporannya ke Polda untuk sementara sebatas perdata. Terkait wanprestasi. Jadi kami minta kompensasi

Menurut Pria dengan nama lengkap Ingnatius hendrik prasetyo itu, bukan hanya perusahaannya yang dirugikan atas ulah PT Intertec. Akan tetapi lanjutnya tujuh perusahaan juga sepakat menempuh langkah yang sama. Ia curiga, kondisi tersebut sudah terjadi sejak lama.

” Kalau sebelum sebelumnya kami masih toleransi. Tapi ini turunnya jauh sekali. Hasil tesnya saat pemuatan berbeda jauh dengan kadarnya saat dibongkar di pabrik, tandasnya

Laporan : Bahar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here