Makassar | JurnalCelebes.co — Komunitas Women Studies dan IPMIBAR bekerja sama dengan Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar pelatihan Kepemimpinan Perempuan, di jalan Boungoville Raya, Makassar, Minggu (7/7).

Narasumber kegiatan tersebut, yakni, Dr. HJ. Musdaliah Mustadjar, M.Si., Siti Indah Khazanah,S.Pdi dan Kordinator Makassar, Women Studies, Ana Mardiani, S.Pd.

Dalam sambutannya, Ana Mardiani, S.Pd menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan tanggung jawab komunitas dalam mengawal isu keperempuan.

Terimakasih pada tim pengabdi UNM atas kesediaannya menginisiasi forum semacam ini,” ungkapnya.

Kata dia, jika perlu kegiatan ini dijadikan program berkelanjutan dan juga kegiatan yang lebih besar kedepannya.

” Semoga dengan pelatihan ini memberi motivasi perempuan untuk lebih aktif di ruang publik, khususnya kepemimpinan Politik,” Imbaunya.

Dalam kesempatan ini, materi ini juga diinisiasi oleh Dr. Hj. Musdaliah Mustadjar,M.Si. yang membawakan materi pertama dengan tema “Kepemimpinan Perempuan dalam Perspektif Gender”.

Dia katakan, pandangan Sosiologi Gender dalam pembagian kerja perempuan dan laki-laki, seperti masyarakat Bugis yang memiliki pembagian kerja dalam kehidupan berumahtangga.

Gender itu hasil konstruksi masyarakat,” terangnya, dihadapan puluhan mahasiswa.

Dosen Senior UNM ini, menegaskan bahwa saat ini saatnya perempuan mengambil andil, agar dapat menggerakkan partisipasi perempuan dikemudian hari.

Selain itu, Narasumber kedua, Kordinator Rumah Kajian Filsafat, Siti Indah Khazanah,S.Pdi, menerangkan kepemimpinan perempuan dalam pandangan filosofis dan feminisme,

Ia katakan, kita perlu menempatkan perempuan pada definisi yang filosofis agar tidak bias gender.

Karena konsep gender sangat tergantung konteks sosial akhirnya perspektifnya parsial dan berbeda-beda,” ucapnya.

” Nah itulah sebabnya pandangan filosofis wajib agar kita bisa mendudukan makna perempuan dalam makna yang lebih universal,” ucap dia.

Ia tambahkan, bahwa keutamaan perempuan dengan laki-laki lebih pada pemberdayaan akal dan pengetahuannya. Dan olehnya itu, kesempatan perempuan dalam kepemimpinan politik sama dalam perspektif ini.

Kegiatan ini, dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari beberapa kampus baik yang tergabung dalam komunitas maupun tidak. Kegiatan ini juga berlangsung lancar dengan proses yang dialogis. Peserta cukup antusias terhadap ramainya pertanyaan yang diajukan peserta pada kedua narasumber itu. (Iponk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here