Gowa | Jurnal Celebes.co — Pasca kejadian penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok orang, Polres Gowa bergerak cepat menangani para pelaku aksi penganiayaan yang terjadi di jalan Bakolu, kecamatan Pallangga kabupaten Gowa, pada Kamis (06/06) sekitar pukul 21.00 wita lalu.

Petugas Kepolisian Gowa, akhirnya berhasil mengamankan pelaku aksi penganiayaan sejumlah 6 orang, yang dialami korban, Rusli Dg Nyampa (40), warga kelurahan Pangkabinanga, kecamatan Pallangga kabupaten Gowa.

Kasubbag Humas Akp M Tambunan bersama Kasat Reskrim Iptu Muh. Rifai saat menggelar press conference, Senin (10/06) sore.

” Polres Gowa telah mengamankan 6 orang pelaku aksi penganiayaan secara bersama-sama terhadap seorang warga, kejadiannya jalan Bakolu, kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Pelaku berinisial RDC (29), MA (57), SRal (31), SDT (32), BR (38),” Ungkap M. Tambunan.

Kronologis tersebut, peristiwa itu diawali insiden laka lantas depan pemakaman, jl. Bakolu, yang dialami pelaku, HDS dengan Seorang pengendara mobil, dari kejadian itu pelaku dianiaya oleh warga setempat, setelah kejadian itu juga HDS langsung memanggil massa, yang tak lain adalah keluarga pelaku jumlahnya sekitar 20 orang.

” Karena tidak menemukan pelaku, akhirnya, HDS bersama pelaku lainnya mendatangi rumah korban, yakni Rusli Dg Nyampa yang bertempat tinggal di sekitar TKP, dan langsung melakukan penganiayaan secara bersama-sama,” kata Kasubbag Humas Polres Gowa.

Sejumlah barang bukti juga berhasil diamankan petugas, diantaranya 8 (delapan) unit sepeda motor yang digunakan para pelaku dalam melakukan aksinya.

Kasubbag Humas Polres Gowa pun menghimbau kepada seluruh masyarakat setempat, untuk tidak melakukan aksi balasan. “Polres Gowa berkomitmen untuj menindak tegas aksi premanisme oleh sekelompok orang yang ingin main hakim sendiri dengan melibatkan sekelompok massa,” jelasnya.

Adapun para pelaku ini dijerat dengan Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan penjara.

“Para pelaku agar segera menyerahkan diri. Negara kita adalah negara hukum, maka selesaikan dengan hukum, bukan dengan premanisme,” tegas Akp M Tambunan.

Laporan : Hendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here